SBY Berbagi Pengalaman di Hadapan 600 Pemimpin Dunia di Singapura

sby-rbod-singaporeSBY Berbagi Pengalaman di Hadapan 600 Pemimpin Dunia di Singapura

“Menyenangkan rasanya berada di Singapura dalam kapasitas yang berbeda. Saya bersama istri jarang sekali dapat berjalan dengan santai dan bebas di waktu malam di daerah Orchard,” ungkap SBY di hadapan 600 pemimpin dan tokoh dunia dalam Third Annual Responsible Business Forum on Sustainable Development, Rabu (26/11) di Singapura.

Kali ini SBY hadir di Singapura dalam kapasitasnya sebagai Presiden Global Green Growth Institute (GGGI) dan sebagai Presiden ke-enam Republik Indonesia. SBY pun menyampaikan harapannya kepada komunitas internasional dalam mewujudkan dunia yang lebih baik di masa mendatang. “Saya hadir di sini juga sebagai seorang kakek, yang menghabiskan banyak waktunya untuk memikirkan bagaimana kita dapat mewariskan dunia yang lebih baik bagi anak cucu kita,” tambah SBY.

Dalam pidatonya, SBY menyampaikan bahwa semua negara berkembang, khususnya Indonesia, ingin melihat masyarakatnya menikmati kesejahteraan. Dimana ekonomi tumbuh, namun lingkungan tetap terlindungi. “Itulah misi para pemimpin. Itu adalah tanggung jawab para pemimpin, baik pemimpin politik atau pemerintahan, pemimpin bisnis atau pemimpin masyarakat sipil,” jelas SBY.

SBY berbagi pengalamannya mengenai kebijakan yang ia hasilkan saat bertugas sebagai Presiden Indonesia selama dua dekade. Diantaranya adalah “4 track strategy”, yang terdiri atas pro-pembangunan, pro-pengentasan kemiskinan dan pro- penciptaan lapangan pekerjaan dan pro lingkungan hidup.

Pada tahun 2009, sebelum Konferensi Lingkungan Hidup atau COP-15 di Kopenhagen, Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 26% hingga tahun 2020, dan bahkan sebanyak 41% dengan dukungan komunitas internasional. Indonesia telah membangun Indonesia Climate Change Trust dan Indoneia Green Investment (IGI) Fund. Selain itu, Melalui program REDD+, Indonesia mampu melindungi hutan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam waktu yang bersamaan.

Sebelum mengakhiri pidatonya, SBY menyampaikan pentingnya mengimplementasikan pertumbuhan hijau “Green Growth”, serta menciptakan visi yang berkelanjutan. Strategi komprehensif yang didukung rencana operasional dan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak pun menjadi faktor penting dalam mewujudkan ekonomi yang berbasis lingkungan hidup. (SBY)

Related Post

Bank Sampah dan PermasalahannyaBank Sampah dan Permasalahannya

<div class="at-above-post addthis_tool" data-url="https://binabangunbangsa.org/bank-sampah-dan-permasalahannya/"></div>Portal Infokom – Ternyata sampah dapat juga menghasilkan sebagai pendapatan bagi masyarakat kota, selain lingkungan pun jadi bersih dan sehat. Itulah yang disosialisasikan dan digiatkan kepada masyarakat

Jusuf Kalla : Bank Dunia Akan Beri Pinjaman untuk Pemulihan SultengJusuf Kalla : Bank Dunia Akan Beri Pinjaman untuk Pemulihan Sulteng

<div class="at-above-post addthis_tool" data-url="https://binabangunbangsa.org/jusuf-kalla-bank-dunia-akan-beri-pinjaman-untuk-pemulihan-sulteng/"></div>Bina Bangun Bangsa – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan Bank Dunia akan memberikan pinjaman utang kepada Indonesia dalam waktu jangka panjang untuk pemulihan daerah terdampak bencana gempa

Peringati Dekrit Presiden 5 Juli 1959, GKI Gaungkan Kebangkitan Nasional KeduaPeringati Dekrit Presiden 5 Juli 1959, GKI Gaungkan Kebangkitan Nasional Kedua

<div class="at-above-post addthis_tool" data-url="https://binabangunbangsa.org/peringati-dekrit-presiden-5-juli-1959-gki-gaungkan-kebangkitan-nasional-kedua/"></div>Jakarta, BINA BANGUN BANGSA – Sejumlah purnawirawan TNI-Polri beserta sejarawan berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (5/7/2019) untuk memperingati Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Mereka yang